Kamis, 4 Juni 2026

Dekranasda Bandung Gebrak 2026: Data Terpadu & Digitalisasi Jadi Senjata Baru UMKM Kerajinan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 10 Desember 2025 | 05:32 WIB


Bandung – Bukan sekadar rapat biasa. Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Kota Bandung baru-baru ini menjadi momen penentuan arah bagi masa depan para perajin dan pelaku UMKM lokal. Dengan semangat evaluasi dan inovasi, forum strategis ini berhasil merumuskan peta jalan yang lebih solid untuk tahun 2026, dengan fokus utama yang terasa sangat kekinian: membangun basis data terpadu dan akselerasi digitalisasi.





Acara ini tak hanya mengevaluasi capaian 2025 yang dianggap "luar biasa banyak", termasuk suksesnya Galeri Patrakomala yang menjadi rujukan nasional, tetapi juga menyusun strategi untuk melesat lebih tinggi. Lantas, apa saja resep andalan Dekranasda Bandung tahun depan?





Evaluasi 2025: Galeri Patrakomala Jadi Kebanggaan & Fondasi Awal





Ketua Dekranasda Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan, tak menyembunyikan rasa bangganya atas kolaborasi yang telah terjalin. “Dalam waktu kurang dari setahun, kegiatan kita luar biasa banyak dan kita sudah berhasil menghasilkan Galeri Patrakomala yang kini banyak menjadi rujukan dari kota-kota lain,” ujarnya.





Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Dekranasda, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha mampu menciptakan landmark baru bagi industri kerajinan Bandung. Aryatri berharap sinergi ini makin solid untuk melahirkan terobosan-terobosan baru.





Fokus 2026: Pendataan Terpadu Sebagai "Game Changer"





Di tengah gempuran era digital, Dekranasda Bandung menyadari bahwa data adalah aset berharga. Tahun depan, fokus utama akan diarahkan pada penguatan basis data terintegrasi.





“Fokus utama kita di tahun 2026 adalah pendataan dan sinkronisasi data para pelaku UMKM serta sinkronisasi program dari seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” tegas Aryatri.





Tujuannya jelas: membangun database terpadu khusus ekosistem kerajinan. Dengan data yang rapi dan terstruktur, proses kurasi produk, pendampingan usaha, dan penyaluran program bantuan akan menjadi lebih tepat sasaran. Ini adalah langkah fundamental untuk menciptakan ekosistem UMKM kerajinan yang lebih terukur, transparan, dan efisien.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X