Kamis, 4 Juni 2026

Si Raja Duit BlackRock Ngincer Batu Bara Bakrie-Salim, BUMI Tembus Rp326! Sinyal 'Bencana' atau 'Bisnis Brilian' di Tengah Resesi?

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Sabtu, 13 Desember 2025 | 14:04 WIB



Namun, laba bersih yang tercatat US$ 60,1 juta justru turun 56% dari periode sama tahun sebelumnya (US$ 136,4 juta). Penurunan ini diduga kuat karena beban finansial dan faktor non-operasional lainnya. Dalam keterangan resmi (1/11/2025), manajemen BUMI menyoroti pencapaian profitabilitas operasional yang positif dengan margin membaik "berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin" di tengah harga batu bara yang menantang.





Prospek dan Strategi ke Depan





Secara operasional, BUMI tetap solid. Produksi batu bara 9 bulan pertama 2025 mencapai 54,9 juta ton dengan penjualan 54,5 juta ton. Untuk tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan 73-75 juta ton dengan harga rata-rata US$59-61 per ton.





Yang patut dicatat, dalam pernyataannya, BUMI tidak hanya berfokus pada batu bara. Perusahaan menegaskan komitmen untuk "mendukung strategi diversifikasi ke sektor mineral penting" guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang. Pernyataan ini sejalan dengan tren strategis grup tambang Indonesia yang mulai melirik nikel, tembaga, dan mineral baterai lainnya.





Momen Kebangkitan atau Puncak Siklus?





Keputusan BlackRock mengakumulasi BUMI telah menyulut lampu sorot pada emiten ini. Apakah ini pertanda bahwa pasar mulai melihat nilai intrinsik perusahaan di luar narasi "penghilangan" (phase-out) batu bara? Atau, ini hanyalah permainan siklus komoditas jangka pendek sebelum transisi energi benar-benar menguasai panggung?





Jawabannya mungkin terletak pada kemampuan BUMI mempertahankan efisiensi operasionalnya sambil secara konkret menjalankan diversifikasi ke mineral masa depan. Bagi investor ritel, euforia saat ini perlu diimbangi dengan kehati-hatian, mengingat volatilitas harga komoditas dan dinamika regulasi global yang masih penuh ketidakpastian. Satu hal yang pasti: ketika raksasa seperti BlackRock beraksi, seluruh pasar akan mendengarkan. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X