Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, menjelaskan bahwa pusat kuliner ini dirancang untuk tiga tujuan utama:
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Memberikan ruang berusaha yang strategis dan meningkatkan omzet pelaku UMKM kuliner.
- Meningkatkan Daya Tarik Wisata: Menciptakan destinasi kuliner tematik yang terintegrasi dengan objek wisata sekitar, seperti Museum Kavaleri.
- Menyediakan Ruang Usaha yang Layak: Menghadirkan tempat berjualan yang higienis, aman, dan nyaman, sekaligus menata kawasan.
"Ini adalah upaya untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif," kata Budhi.
Kolaborasi yang Menjadi Kunci: Dari Swasta hingga TNI
Keberhasilan pembangunan Cikuray Street Food menjadi bukti nyata efektivitas kerja sama multipihak. Budhi Rukmana menyampaikan apresiasi kepada PT Tirta Investama, berbagai perangkat daerah, dan para sponsor yang mendukung penataan dan penyediaan fasilitas.
Kolaborasi unik juga terjalin dengan institusi TNI. Mayjen TNI Eko Susetyo, Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri, menyatakan komitmen untuk bersinergi dengan Pemkot Bandung. "Ini menjadi bukti bahwa TNI dan pemerintah bisa bersinergi untuk memberikan ruang yang lebih baik, khususnya dalam penguatan sektor ekonomi," ujarnya. Sinergi ini memperlihatkan pendekatan holistik pembangunan kota, di mana aset-aset strategis seperti lahan militer dapat dikelola untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Cikuray Street Food: Lebih dari Sekadar Tempat Makan
Peresmian Cikuray Street Food menandai babak baru pengembangan ekonomi kreatif Kota Bandung. Kawasan ini tidak hanya sekadar pusat jajanan, melainkan sebuah laboratorium ekonomi riil yang mengimplementasikan konsep TTI, memperkuat UMKM sebagai agen pemerataan, dan menunjukkan kekuatan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan.
Dengan lokasinya yang strategis di dekat destinasi wisata, ragam kuliner yang lengkap, dan dukungan kebijakan yang kuat, Cikuray Street Food diproyeksikan menjadi salah satu episentrum baru aktivitas ekonomi, pariwisata, dan interaksi sosial warga Bandung. Keberhasilannya akan menjadi tolok ukur penting bagi strategi pembangunan kota yang berorientasi pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. (**)