Kamis, 4 Juni 2026

Logo Baru, Strategi Lama? Misteri Visual City Branding Bandung yang Masih Belum Terungkap

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 15 Desember 2025 | 05:39 WIB


[Locusonline.co, BANDUNG] – Di tengah upaya mengejar target 8,7 juta wisatawan pada tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi meluncurkan logo city branding baru pada Minggu, 14 Desember 2025, sebagai fondasi visual untuk memperkuat citra kota. Peluncuran yang bertempat di Pendopo Kota Bandung ini menegaskan komitmen untuk membangun identitas kota yang lebih konsisten dan berkelanjutan di era digital.





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa city branding bukan sekadar selera pribadi kepala daerah. “City branding bukan soal selera kepala daerah, tetapi tentang karakter Kota Bandung yang tidak pernah berubah. Inilah upaya kita menampilkan jati diri Bandung secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Farhan.





Menjawab Tantangan Digital dan Mencari 'Pesona Sejati' Bandung





Logo baru ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan promosi di era digital. Farhan menyebut bahwa branding kota masa kini harus mampu "hidup dalam ruang digital" dan menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari warga serta wisatawan.






“City branding ini bukan sekadar logo, tetapi sistem yang menghubungkan identitas kota dengan pengalaman digital,” tegas Wali Kota Farhan.






Pernyataan ini muncul di saat yang tepat. Sebelumnya, Farhan mengakui bahwa meski Bandung telah memiliki turunan brand nasional "Wonderful Indonesia" dengan nama "Stunning Bandung", implementasinya dinilai belum optimal. Tantangan komunikasi dan penerapan di lapangan masih menjadi hambatan. Pertanyaan mendasar yang coba dijawab adalah: “Apa yang membuat orang benar-benar terpana melihat Bandung?”. Jawabannya dianggap multifaktor, mulai dari arsitektur, kuliner, komunitas kreatif, hingga beragam acara.





Sinergi dengan Agenda Strategis dan Target Nyata





Peluncuran logo ini bukanlah langkah yang terisolasi. Ia berjalan paralel dengan agenda strategis Pemkot Bandung dalam membangun pariwisata yang lebih bertanggung jawab. Baru sehari sebelumnya, Sabtu (13/12), Pemkot bersama para pemangku kepentingan menggelar forum "Bandung Bersinar" (Berwisata Nir Emisi) yang berkomitmen mendorong pariwisata rendah emisi.





Hal ini sejalan dengan strategi ekonomi daerah yang diusung, yaitu TTI (Tourism, Trading, Investment). Dalam kerangka ini, pariwisata menjadi pintu masuk wisatawan, yang kemudian mendorong aktivitas perdagangan (trading), dan pada akhirnya menarik investasi berkelanjutan. Farhan percaya, semakin kecil jejak karbon suatu destinasi, semakin tinggi nilai tambah wisatanya.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X