"Peraturannya sudah jelas, petasan dan kembang api tidak boleh dinyalakan. Saya akan memastikan, terutama di lokasi yang paling ramai seperti Sumarecon Mall Bandung, tidak ada kembang api maupun petasan," tegasnya.
Pembukaan Bertahap Alun-alun Kota Bandung
Di tengah berbagai pembatasan, terdapat sedikit kelonggaran terkait ruang publik. Alun-alun Kota Bandung telah dibuka kembali untuk masyarakat, meskipun belum beroperasi secara penuh. Farhan menjelaskan bahwa pembukaan dilakukan secara bertahap sambil terus memastikan faktor keamanan dan pengendalian keramaian.
"Alun-alun sudah dibuka, tapi belum full. Kita buka secara bertahap sambil memastikan keamanannya," ujar Farhan. Kebijakan ini bertujuan menemukan titik keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan ruang publik warga dan pengelolaan risiko selama masa liburan.
Harapan untuk Liburan yang Aman dan Berkesan
Melalui paket kebijakan yang komprehensif ini, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua pihak. Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan menjadi tiga pilar utama dalam penyelenggaraan liburan Nataru tahun ini.
"Kita ingin semua bisa merayakan liburan hingga tahun baru dengan aman, tentram, dan bahagia," pungkas Wali Kota Farhan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci sukses pengamanan liburan akhir tahun di Kota Bandung.
Catatan: Kebijakan ini berlaku selama puncak liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Masyarakat dan wisatawan diharapkan mematuhi semua aturan yang berlaku dan mengikuti informasi terbaru dari kanal resmi Pemkot Bandung untuk kelancaran beraktivitas. (**)