- Jabatan yang mengalami kekurangan pegawai
- Posisi yang berpotensi mengalami kelebihan ASN
- Bidang strategis yang membutuhkan penguatan SDM
Langkah ini penting agar rekrutmen CPNS tidak sekadar menambah jumlah pegawai, tetapi benar-benar mendukung efektivitas birokrasi.
“Dengan pemetaan yang tepat, kita bisa melihat apakah suatu jabatan perlu ditambah (positive growth), dikurangi (minus growth), atau tetap,” jelas Rini.
Kemenkeu dan BRIN Beri Sinyal Buka Formasi CPNS 2026
Meski pemerintah pusat belum mengumumkan secara resmi, dua kementerian/lembaga sudah lebih dulu memberi sinyal positif terkait pembukaan formasi CPNS 2026, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kemenkeu Fokus Lulusan STAN dan SMA
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kemenkeu berencana membuka:
- 279 formasi untuk lulusan PKN STAN
- 300 formasi untuk lulusan SMA
Lulusan STAN nantinya akan ditempatkan sesuai jurusan, sementara lulusan SMA akan difokuskan sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
“Bea Cukai sangat membutuhkan tenaga teknis di lapangan. Karena itu kami rekrut langsung di daerah masing-masing,” ujar Purbaya, dikutip dari Antara.
BRIN Incar Periset Unggul Berbagai Bidang
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan perlunya memperbanyak jumlah periset nasional melalui jalur CPNS 2026. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk—angka yang jauh tertinggal dibanding negara maju.
Bidang Prioritas Formasi BRIN
- Pemuliaan tanaman
- Nanoteknologi
- Genomik
- Antariksa
- Sains material
- Teknologi keberlanjutan
- Ilmu sosial dan humaniora
Menurut Arif, penguatan riset tidak bisa hanya bertumpu pada sains murni. Kolaborasi lintas bidang, termasuk sosial, sangat penting agar riset berdampak langsung pada masyarakat.