Kamis, 4 Juni 2026

Mahasiswa Turun Tangan, Sampah Nurut: Desa Sukaluyu Akhirnya Punya TPS Saat Sistem Masih Cari Jalur

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 7 Januari 2026 | 14:30 WIB
Gambar Istimewa
Gambar Istimewa



Proyek ini dijalankan dengan anggaran Rp 7.585.000 yang dikelola secara terbuka, mencakup material bangunan, tenaga kerja ahli, hingga kegiatan edukasi masyarakat. Transparansi anggaran pun menjadi nilai tambah, sesuatu yang sering digaungkan, namun jarang dipraktikkan di lapangan.





“Harapannya, dengan adanya TPS, kebersihan dan kesehatan lingkungan meningkat. Warga bisa membuang sampah pada tempatnya, bukan di sungai atau pinggir jalan,” ujar Tatang Kuswandi, Kepala Dusun Desa Sukaluyu.





Tak berhenti di TPS, mahasiswa juga melakukan “operasi estetika lingkungan” di RW 01. Lokasi bekas pembuangan sampah liar di pinggir jalan disulap menjadi taman mini. Langkah ini disebut sebagai intervensi psikologi sosial mengubah tempat kumuh menjadi ruang hijau agar warga merasa sungkan mengotori kembali.





“Kami menyediakan infrastruktur lewat TPS dan edukasi lewat taman mini. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi warga jadi kunci keberlanjutan,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana program.





Dengan pendampingan dosen pembimbing Winda Ningsih, S.E., M.Ak, program ini menunjukkan bahwa ketika kebijakan belum sampai, mahasiswa bisa lebih dulu hadir. Di Desa Sukaluyu, sampah akhirnya punya tempat sementara sistem perlahan belajar mengejar.*****


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X