Namun Gugun juga mengingatkan, ke depan koordinasi antara perguruan tinggi dan Pemkab Garut perlu diperkuat. Sebab, pembangunan kolaboratif idealnya tidak hanya mengandalkan semangat mahasiswa, tetapi juga kebijakan dan dukungan yang konsisten dari pemerintah daerah.
Keberhasilan program salah satunya ditunjukkan Kelompok 10 di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Ketua Kelompok, Furqon, mahasiswa Institut Teknologi Garut, menyebut tim lintas kampus ini menjalankan berbagai program strategis: dari penguatan kepemimpinan desa, administrasi, etika pelayanan publik, hingga digital marketing.
Capaian paling mencolok, Desa Pangauban berhasil meraih Juara Sri Baduga tingkat Provinsi Jawa Barat prestasi yang lahir dari kolaborasi mahasiswa dan desa, setidaknya selama masa KKN berlangsung.
Di akhir kegiatan, para mahasiswa menyampaikan sejumlah catatan evaluatif, terutama soal koordinasi kepanitiaan dan distribusi dukungan operasional. Meski demikian, mereka mengapresiasi sambutan hangat dari aparatur desa, karang taruna, dan masyarakat selama masa pengabdian.*****