[Locusonline.co] SUKABUMI – Sebuah laporan polisi yang tercatat dengan nomor STTLP/B/643/XII/2025/SPKT/Polres Sukabumi Kota mengawali pembukaan kotak Pandora yang memperlihatkan pertarungan hukum, emosi, dan citra birokrasi di Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Di pusatnya adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial IY, yang diduga keras terlibat dalam perselingkuhan dengan istri orang lain, serta aksi kekerasan yang menyertainya.
Kasus ini telah berkembang jauh melampaui skandal asmara biasa. Ia kini menjadi ujian bagi penegakan hukum yang setara dan disiplin kepegawaian, menyusul saling lapor antara pihak yang bertikai yang melibatkan pasal pidana dengan ancaman hukuman yang berbeda tajam.
Kronologi: Pertemuan di Kamar 301 dan Eskalasi ke Kekerasan
Berdasarkan keterangan dari berbagai pihak kepada media, rangkaian peristiwa berawal pada Rabu, 19 November 2025. Seorang pengusaha atau kontraktor berinisial UC (55 tahun) mengaku memergoki langsung istrinya, DE, bersama ASN IY di sebuah hotel di Jalan Siliwangi, Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi. UC bahkan menyebut secara rinci lokasi kejadian: "Kamar 301".
Setelah peristiwa itu, UC mengklaim telah melakukan upaya damai dengan menghubungi atasan IY di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, tempat IY bertugas, untuk meminta mediasi. Namun, upaya ini disebutnya tidak ditanggapi serius. "Dia (IY) bilang: 'Pak, sebetulnya saya sudah ngobrol sama atasan saya…'. Saya tidak percaya begitu saja," ujar UC, menjelaskan alasan tindakannya selanjutnya.
Pada Rabu, 10 Desember 2025, atau tepat tiga minggu setelah kejadian di hotel, UC bersama beberapa orang lainnya mendatangi kantor IY di Palabuhanratu. Dalam versi UC, ia kemudian menjemput IY. "Waktu saya jemput, saya minta, 'Hei goblog'… 'kenapa kamu diam terus? Kamu enjoy-enjoy aja di sini kerja nyaman… sementara saya pusing di rumah'," tutur UC. Emosi yang tertahan akhirnya meledak. UC mengakui melakukan pemukulan terhadap IY di halaman parkir kantor.
IY kemudian dibawa menggunakan mobil berkeliling ke arah Cibeureum dan Jembatan Jajaway. Selama di dalam mobil, IY mengaku mengalami intimidasi dan kekerasan fisik berulang kali. Ia juga sempat dibawa kembali ke kantornya untuk mengambil foto keluarga, lalu menemui atasannya di Kota Sukabumi, sebelum akhirnya ditinggalkan dalam kondisi luka-luka.
Saling Lapor: Dua Versi dan Dua Pasal yang Berbeda
Insiden ini memicu dua laporan polisi dengan narasi yang bertolak belakang dan pasal yang berbeda berat ancamannya.