Kamis, 4 Juni 2026

Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2030, Bupati Syakur Pacu Garut dengan Strategi 'Pembangunan Melalui Olahraga'

Photo Author
Makmur Suradi, Locusonline.co
- Rabu, 14 Januari 2026 | 11:20 WIB



Permintaan ini didukung oleh Ketua KONI Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah, yang menegaskan bahwa olahraga adalah alat pembangunan daerah. "Dengan event itu mengangkat harkat martabat desa, dengan event itu mengangkat harkat martabat atau perputaran ekonomi di situ," jelas Subhan.





Strategi Operasional: Dari Peta Jalan hingga Inovasi Digital





Untuk mengawal strategi besar ini, Rakerkab PBVSI Garut 2026 memfokuskan diri pada penyusunan program kerja yang konkret dan terukur. Ketua Harian PBVSI Kabupaten Garut, Nahdi Hadiyanto, mengungkapkan beberapa langkah strategis:






  • Sinkronisasi Program: Menyelaraskan program kerja antar tingkat kepengurusan untuk memastikan gerak yang terpadu.




  • Inovasi Digital: Mengembangkan aplikasi database khusus untuk pendataan atlet, pelatih, dan program pembinaan. "Supaya ke depannya dalam program pembinaan pengembangan bola voli ini lebih bisa terarah, dan punya hal yang bisa dipertanggungjawabkan secara baik," jelas Nahdi.





-




Visi Bupati Syakur untuk menjadikan olahraga sebagai mesin pembangunan patut diapresiasi. Pendekatan ini melihat olahraga secara holistik, bukan sebagai sektor yang terisolasi. Porprov 2030 memberikan deadline yang jelas untuk mempercepat pembenahan berbagai aspek, mulai dari infrastruktur olahraga, kapasitas SDM, hingga kesiapan akomodasi dan promosi pariwisata.





Namun, beberapa tantangan perlu diantisipasi:






  1. Konsistensi dan Sustainability: Apakah momentum ini akan terjaga hingga 2030 dan berlanjut pasca-event? Dibutuhkan peta jalan yang jelas dan komitmen anggaran berkelanjutan.




  2. Keterlibatan Semua Pihak: Strategi ini hanya akan sukses jika melibatkan tidak hanya Dinas Pemuda dan Olahraga, tetapi juga Dinas Pariwisata, Perindustrian dan Perdagangan, PUPR, serta dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci.




  3. Dampak Inklusif: Pembangunan harus dirasakan secara merata. Event besar berpotensi mendongkrak ekonomi, tetapi perlu mekanisme agar UMKM lokal, penginapan rumahan, dan masyarakat sekitar venue juga ikut menikmati dampak positifnya.




  4. Warisan (Legacy) yang Nyata: Setelah Porprov usai, apa warisan abadi untuk Garut? Apakah hanya fasilitas olahraga, atau juga peningkatan kapasitas pelatih, manajemen event, dan jaringan promosi pariwisata yang lebih kuat?





Deklarasi "development through sport" oleh Bupati Syakur menandai perubahan mindset pemerintah daerah dalam memandang olahraga. Ini adalah langkah visioner yang memanfaatkan momentum Porprov 2030 sebagai kendaraan untuk mencapai target pembangunan yang lebih luas.





Keberhasilan strategi ambisius ini akan diuji pada konsistensi implementasi, kedalaman kolaborasi, dan kemampuan untuk memastikan bahwa akselerasi pembangunan melalui olahraga benar-benar menetes (trickle-down effect) hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Jika berjalan baik, Garut tidak hanya akan dikenang sebagai tuan rumah Porprov yang sukses, tetapi juga sebagai kabupaten yang berhasil mengubah sebuah event olahraga menjadi lompatan besar menuju kemajuan daerah.


Halaman:

Editor: Makmur Suradi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X