Farhan menegaskan bahwa ketiga opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum ada yang diprioritaskan. Pemerintah menargetkan proses pembahasan dan pengambilan keputusan bersama dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan ke depan.
Pertimbangan Sejarah dan Memori Kolektif Warga
Selain aspek lingkungan dan tata kota, Pemkot Bandung juga memberi perhatian khusus pada nilai sejarah Bandung Zoo. Kawasan ini memiliki akar panjang dalam perjalanan kota, bermula dari Jubileumpark yang diresmikan pada 1931 sebagai peringatan 25 tahun Kota Bandung, sebelum akhirnya dibuka sebagai Bandoengsch Dierentuin pada 1933.
Ahli sejarah Yudi Hamzah mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Menurutnya, Bandung Zoo telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat selama puluhan tahun, khususnya sebagai ruang edukasi dan rekreasi keluarga.
Ia menilai, penghapusan kebun binatang berisiko menimbulkan reaksi publik, sebagaimana yang pernah terjadi pada hilangnya sejumlah bangunan bersejarah di Bandung.
Kondisi Terkini dan Jaminan Pemkot
Selama kajian berlangsung, Pemkot Bandung memastikan bahwa kawasan Bandung Zoo tetap berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau yang dapat diakses masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kesejahteraan satwa yang ada, termasuk pemenuhan pakan dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Farhan juga menekankan bahwa proses kajian dilakukan secara transparan. Seluruh masukan dari ahli, pemangku kepentingan, dan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir diumumkan ke publik.
Latar Belakang Konflik Pengelolaan
Kajian masa depan Bandung Zoo tidak terlepas dari konflik pengelolaan yang telah berlangsung sejak pertengahan 2025. Sengketa antara dua kubu dalam yayasan pengelola sempat memicu penutupan sementara dan keributan di lokasi.
Pemkot Bandung bahkan sempat memberikan ultimatum bahwa jika konflik internal yayasan tidak diselesaikan, pemerintah akan mengusulkan pencabutan izin konservasi ke Kementerian Kehutanan. Konflik ini memperlihatkan kompleksitas pengelolaan Bandung Zoo yang melibatkan aspek bisnis, konservasi, dan kepentingan publik.