Kamis, 4 Juni 2026

Piazza Firenze Setahun, Garut Pasang Target Jadi Kiblat Kulit Dunia

Photo Author
Makmur Suradi, Locusonline.co
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:21 WIB


[Locusonline.co] GARUTPiazza Firenze, pusat etalase produk kulit premium Garut, merayakan hari jadinya yang pertama pada Sabtu (17/1/2026) dengan optimisme tinggi. Kehadiran pusat perbelanjaan bergaya Eropa ini bukan sekadar tambahan destinasi, melainkan simbol kebangkitan industri kulit lokal yang bercita-cita menjadi tuan di negeri sendiri dan bersaing di kelas global.





Wakil Bupati Garut Putri Karlina, dalam sambutannya, menyatakan kebanggaannya melihat Piazza Firenze menjadi "etalase indah" yang memacu semangat pengrajin. "Kualitas barang berbahan kulit yang bagus dengan dikemas lebih premium bisa pemecut semangat teman-teman pengrajin," ujarnya.





Yang menarik, Putri Karlina mengingatkan warisan sejarah panjang industri kulit Garut. "Kabupaten Garut dalam industri kulit sudah sama dengan produsen Gucci, 100 tahun lebih. Namun kita tumbuh di negara yang terjajah jadi kita lag of everything (tertinggal dalam banyak hal)," katanya. Namun, ia yakin di era sekarang dengan sumber daya manusia yang lebih terdidik, industri kulit Garut bisa jauh lebih maju.





Limbah vs Tanggung Jawab Lingkungan





Di balik optimisme, Wabup dengan jujur mengakui tantangan klasik yang membayangi industri kulit Garut: limbah pengolahan. Limbah cair dan padat dari proses penyamakan kulit kerap menjadi persoalan lingkungan yang berdampak pada masyarakat sekitar.





Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi menuju Responsible Industry (industri yang bertanggung jawab). "Tidak mungkin ekstraktif terus, jadi harus kita mengembalikan alam," tegas Putri Karlina. Ia melihat pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai jalur pembangunan yang memberikan multiplier effect tanpa merusak alam.





Komitmen ini sejalan dengan dukungan nyata dari pemerintah pusat. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, yang turut hadir, mengapresiasi kolaborasi antara tokoh mode nasional Poppy Dharsono dengan Koperasi Artisan Kulit Indonesia (KAKI). Ia berjanji Kementerian Koperasi akan membantu pengadaan alat pengolahan limbah serta pengoordinasian mesin penyamakan kulit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.





Strategi KAKI dan Poppy Dharsono: Memberdayakan dari Hulu ke Hilir





Poppy Dharsono, selaku Ketua KAKI, memaparkan strategi terstruktur yang diterapkan untuk mengangkat produk kulit Garut. Pola pengembangannya dimulai dari pembentukan koperasi sebagai wadah kolektif pengrajin. Selanjutnya, dilakukan pemetaan produk (jaket, sepatu, tas, aksesoris) dan bimbingan teknis intensif agar pengrajin mampu memenuhi standar kualitas pasar internasional.


Halaman:

Editor: Makmur Suradi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X