Kamis, 4 Juni 2026

Babakan Ciparay, Lahan Padat yang Berubah Menjadi Ekosistem Mandiri Ramah Lingkungan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Minggu, 18 Januari 2026 | 07:58 WIB



Lurah Tonny Sukmana menjelaskan bahwa program ini secara tidak langsung melibatkan orang tua, sehingga menciptakan "gerakan bersama" yang membangun budaya baru di tingkat keluarga. Pola edukasi sejak dini ini dinilai efektif dan bahkan mendapat perhatian Wali Kota Farhan untuk diadopsi menjadi program tingkat kota yang lebih luas.





Semangat gotong royong dan peran aktif pengurus RW serta tokoh masyarakat inilah yang menjadi kekuatan utama Babakan Ciparay dalam menjaga kohesi sosial di tengah kepadatan. Data akurat dari tingkat RW dan kelurahan, yang ditekankan Farhan sebagai fondasi kebijakan, memastikan bahwa setiap program seperti Rutilahu dan Buruan Sae benar-benar tepat sasaran.





Babakan Ciparay: Cetak Biru untuk Bandung yang Lebih Tangguh





Perjalanan Babakan Ciparay membuktikan bahwa solusi untuk masalah perkotaan yang kompleks sering kali bersumber dari inisiatif lokal yang cerdas, kolaboratif, dan adaptif. Dengan mengintegrasikan perbaikan hunian, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular dalam satu ekosistem berbasis RW, kelurahan ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi membangun ketangguhan jangka panjang.





Model "Buruan Sae" dan sistem pengelolaan sampah berbasis pendidikan ini menunjukkan potensi besar untuk direplikasi di seluruh Kota Bandung. Jika setiap RW dapat mengembangkan pusat ketahanan dan kemandiriannya sendiri, maka Bandung akan memiliki fondasi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang jauh lebih kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. Babakan Ciparay telah menyalakan pelita; kini tugas kita bersama adalah meneruskannya ke sudut-sudut kota yang lain. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X