"Kami berharap lahirnya program-program yang tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi wilayah," tegas Putri.
Pernyataan ini sejalan dengan tema RKPD 2027 yang telah digariskan Bupati Garut, yaitu "Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah". Fokus pada produktivitas menjadi kunci untuk mendongkrak PDRB, yang pada gilirannya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kapasitas fiskal pemerintah untuk membiayai program-program pembangunan, termasuk yang bersifat sosial.
Memutus Siklus Ketergantungan pada APBD
Penekanan Putri Karlina pada PDRB mengindikasikan strategi pembangunan Garut yang mulai bergeser dari pendekatan konsumtif ke pendekatan produktif. Beberapa implikasi dan kemungkinan program yang dapat digulirkan adalah:
- Penguatan Sektor Unggulan: Mengidentifikasi dan mendukung sektor ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi penyerapan tenaga kerja besar, seperti pertanian modern, agroindustri, pariwisata berbasis budaya dan alam, serta ekonomi kreatif.
- Dukungan kepada UMKM dan Koperasi: Menciptakan ekosistem yang mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi untuk naik kelas, dengan akses permodalan, teknologi, dan pasar yang lebih luas.
- Peningkatan Investasi: Menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik penanam modal yang dapat membuka lapangan kerja baru dan mentransfer teknologi.
- Pembangunan SDM Berkualitas: Menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja dan industri masa depan.
Dengan pendekatan ini, diharapkan terjadi siklus yang positif: peningkatan PDRB akan meningkatkan PAD, yang memungkinkan anggaran yang lebih besar untuk layanan dasar dan infrastruktur, yang pada akhirnya kembali mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kehadiran Wakil Bupati dalam Musrenbang ini mengirimkan sinyal kuat tentang komitmen pemerintah daerah untuk mendengarkan sekaligus mengarahkan pembangunan. Pesan tentang pentingnya PDRB menjadi pengingat bahwa kesejahteraan jangka panjang tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah, tetapi lebih pada kemampuan kolektif masyarakat untuk menciptakan nilai ekonomi.
Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan ekonomi yang produktif akan menjadi kunci bagi Garut untuk memenuhi aspirasi pembangunannya tanpa terjebak dalam ketergantungan fiskal yang berlebihan. (**/SM)