"Madu tersebut telah dibagikan kepada anak-anak stunting dan ibu hamil di wilayah Kelurahan Cibangkong sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat," tegas Neneng. Praktik ini sejalan dengan upaya pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi berkualitas.
Pondasi Utama: Konsistensi dalam Pengelolaan Sampah
Neneng menekankan bahwa semua capaian ini berfondasikan pada konsistensi warga dalam mengelola lingkungan, terutama sampah. Pasca-insiden TPA Sarimukti, warga RW 02 Cibangkong bergerak mandiri mengelola sampah hingga berhasil meraih status Kawasan Bebas Sampah (KBS) dan kini sedang menuju level KBS Utama.
"Semua program pemerintah kami jalankan, dari DLH, DKPP, sampai Dinas Kesehatan. Alhamdulillah RW 02 terus bergerak," pungkasnya.
Kesuksesan RW 02 Cibangkong menjadi bukti nyata bahwa gerakan lingkungan yang partisipatif dan terintegrasi tidak hanya menciptakan kebersihan, tetapi juga dapat membangkitkan ekonomi sirkular, meningkatkan ketahanan pangan lokal, dan berkontribusi pada kesehatan masyarakat—sebuah model berkelanjutan yang layak menjadi inspirasi bagi wilayah lain. (**)