Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Jawa Barat, Rispiaga, menyebut GGJ di Jawa Barat kini memasuki tahun keempat. Bergabungnya Garut tahun ini memperkuat jejaring lintas daerah dalam ekosistem gim kreatif.
Ia menambahkan, karya-karya gim yang lahir dari GGJ diharapkan terkoneksi dengan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb), agar tak hanya unik secara visual, tetapi juga punya identitas kuat dan daya saing global.
Ketua Pelaksana GGJ Garut, Dzulkifli Patra Setiawan, menjelaskan bahwa Global Game Jam digelar serentak di berbagai negara dengan tantangan utama: menciptakan gim dalam waktu 48 jam tanpa jeda. Di Garut, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari 30 Januari hingga 1 Februari 2026.
Baca Juga: GLMPK Bongkar Dapur PAD Garut: Uang Rakyat Banyak, Tapi Kok Rasanya Tetap Seret?
Ajang ini melibatkan talenta lintas peran programmer, game artist, sound designer, hingga game designer yang dipaksa berpikir cepat, kreatif, dan kolaboratif.
“Ini bukan sekadar main gim. Ini pembuktian bahwa talenta muda Garut punya kapasitas bersaing di industri ekonomi kreatif, khususnya gim,” tegas Dzulkifli.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut, KNPI, dan seluruh mitra komunitas yang ikut menyokong tumbuhnya ekosistem teknologi digital di Kota Intan.*****