Kamis, 4 Juni 2026

Negara Sibuk Kampanye Keluarga Harmonis, Rakyat Lebih Dulu Bubar dari Pernikahan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 4 Februari 2026 | 15:45 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi


"Di balik setiap angka perceraian, ada rumah tangga yang runtuh dan negara yang kembali diuji, apakah benar hadir sebelum semuanya terlambat."





LOCUSONLINE, BANDUNG - Kabupaten Indramayu kembali menorehkan prestasi yang sulit dibanggakan. Dalam tiga tahun terakhir, wilayah ini konsisten menjadi “langganan podium” angka perceraian tertinggi di Jawa Barat. Di tengah slogan keluarga sejahtera yang rajin dipajang di baliho, realitas di lapangan justru memperlihatkan rumah tangga yang tumbang satu per satu.





Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2024 mencatat, dari 14.025 pernikahan di Indramayu, sebanyak 7.460 berakhir di meja pengadilan agama. Artinya, hampir separuh pasangan memilih mengakhiri janji suci lebih cepat daripada masa jabatan pejabat daerah.





Dari total tersebut, 1.864 perkara merupakan cerai talak, sementara 5.596 lainnya cerai gugat. Angka ini mengisyaratkan satu hal: semakin banyak istri yang lebih dulu angkat tangan ketimbang berharap janji perubahan yang tak kunjung datang.





Fenomena ini bukan barang baru. Pada 2022, Indramayu mencatat 9.152 kasus perceraian dari 17.044 pernikahan. Setahun kemudian, angka itu sedikit turun menjadi 8.827 kasus. Namun, penurunan tersebut lebih mirip jeda iklan, bukan perubahan alur cerita.





Tak hanya Indramayu, beberapa daerah lain di Jawa Barat juga ikut menyumbang “statistik patah hati”. Kabupaten Bandung mencatat 6.961 kasus cerai pada 2024, Kabupaten Bogor 6.291 kasus, dan Kota Bandung 4.934 kasus.






Baca Juga : Upah Ditandatangani: Buruh Ditinggal-Gubernur Jalan Sendiri


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X