Kamis, 4 Juni 2026

Farhan Benahi Masalah “Khas” Samoja: Genangan Limpasan dan Lampu Jalan Jadi Prioritas

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 11 Februari 2026 | 09:58 WIB



Inisiatif ini menunjukkan prioritas pada keamanan dan kenyamanan publik dasar. Penerangan jalan yang memadai tidak hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan warga beraktivitas pada malam hari dan pencegahan tindak kriminalitas.





Rembug Anggaran: Transisi dari "Atas Bawah" ke Musrenbang RW





Farhan juga mengungkapkan bahwa Pemkot sedang mempelajari ulang mekanisme anggaran untuk Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK). LKK yang selama ini menjadi saluran pemberdayaan masyarakat dinilai perlu mendapatkan "stimulan yang lebih" agar efektif, meski belum ada keputusan final.





Yang lebih penting, Farhan menekankan perubahan filosofi dalam perencanaan anggaran. Mekanisme saat ini telah bergeser dari model "top-down" (pemerintah menentukan) ke model partisipatif berbasis rembuk warga di tingkat Rukun Warga (RW).





“Kalau dulu kan yang menentukan pemerintah. Kalau sekarang berdasarkan rembuk keluarga. Jadi kita Musrenbang level RW yang dilaksanakan langsung,” jelas Farhan.





Pergeseran ini sejalan dengan strategi kewilayahan yang gencar digaungkannya. Dengan mendengarkan langsung aspirasi dari tingkat RW, diharapkan program pembangunan—termasuk perbaikan drainase dan PJU di Samoja—benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendasar dan spesifik warga.





Strategi Baru: Pemetaan Masalah Spesifik Kelurahan sebagai Pendekatan Baru





Intervensi di Kelurahan Samoja ini menjadi prototipe atau model pendekatan baru Pemkot Bandung. Alih-alih program besar yang seragam, strateginya adalah:






  1. Turun dan Petakan: Pemimpin dan jajaran teknis turun langsung ke kelurahan untuk mengidentifikasi masalah unik ("khas") daerah tersebut.




  2. Fokus pada Infrastruktur Dasar: Menyelesaikan masalah fundamental yang langsung dirasakan warga: air (drainase) dan cahaya (penerangan).




  3. Eksekusi Cepat dan Monitoring: Masalah yang bisa langsung dibenahi (seperti lampu mati) ditugaskan ke dinas teknis untuk segera ditindaklanjuti, dilanjutkan dengan monitoring.




  4. Melibatkan Warga dalam Perencanaan: Menggunakan forum Musrenbang RW sebagai dasar pengambilan keputusan anggaran dan program.





Dari Solusi Reaktif ke Pembangunan Preventif dan Partisipatif





Pendekatan di Samoja menunjukkan evolusi dalam tata kelola kota:






  • Dari Reaktif ke Preventif: Memperbaiki sistem aliran drainase adalah investasi untuk mencegah genangan di masa depan, bukan hanya menanggulangi saat banjir.




  • Dari Sektoral ke Terintegrasi: Penyelesaian masalah tidak hanya melibatkan satu dinas (misal: PUPR untuk drainase), tetapi terintegrasi dengan dinas lain (Dishub untuk PJU) dan melibatkan proses sosial (Musrenbang RW).




  • Dari Project-based ke Area-based: Fokusnya adalah membenahi satu wilayah (kelurahan) secara komprehensif, bukan hanya membangun satu proyek fisik.





Jika berhasil, model Samoja ini dapat direplikasi ke kelurahan lain di Bandung yang memiliki permasalahan infrastruktur dasar yang spesifik, menandai era baru pembangunan yang lebih bottom-up, responsif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah akar di tingkat komunitas terkecil. (**)

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X