Kamis, 4 Juni 2026

Wings Air Buka Rute Harian Bandung–Yogyakarta, Sinyal Kebangkitan Bandara Husein

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 12 Februari 2026 | 06:49 WIB



Kesiapan ekosistem ini ditopang oleh tiga pilar utama:






  1. Infrastruktur Pendukung – Telah diselesaikannya Jalan Layang Nurtanio oleh Kementerian PUPR dan Menko Infrastruktur, menjadikan kawasan bandara sebagai Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi.




  2. Kesiapan Pengelola – General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Husein Sastranegara, Granito Wahyu, menegaskan kesiapan operasional dan teknis bandara.




  3. Aksesibilitas & Lalu Lintas – Pemkot Bandung memastikan arus lalu lintas di sekitar bandara berjalan tertib dan lancar.





Target Jangka Panjang: Mengembalikan 11 Rute Domestik dan 3 Rute Internasional





Farhan tidak hanya berhenti pada rute Yogyakarta. Ia membidik target ambisius: mengembalikan kejayaan Bandara Husein seperti sebelum pandemi. Daftar destinasi yang diharapkan dapat kembali dilayani meliputi:





Domestik (11 destinasi):
Medan, Palembang, Lampung, seluruh Jawa, Bali, Balikpapan, hingga Sulawesi Selatan.





Internasional (3 destinasi):
Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru.





Namun demikian, Farhan realistis bahwa perluasan rute sangat bergantung pada keputusan operator penerbangan swasta dan perizinan Kementerian Perhubungan. Peran Pemkot adalah menciptakan iklim yang kondusif dan membuktikan bahwa Bandung adalah pasar yang menguntungkan.





Dari Bandara Militer ke Hub Penerbangan Komersial?





Sejak alih fungsi dan pembatasan operasional akibat statusnya sebagai pangkalan udara militer, Bandara Husein Sastranegara mengalami penurunan drastis. Hanya pesawat jenis propeller dengan rute terbatas di Jawa yang diizinkan beroperasi.





Namun, dengan mulai beroperasinya Wings Air dan dukungan infrastruktur yang memadai, momen kebangkitan ini perlu dikapitalisasi dengan strategi yang tepat:






  1. Buktikan Profitabilitas – Rute Bandung–Yogyakarta harus sukses secara komersial. Load factor yang tinggi akan menjadi sinyal bagi maskapai lain untuk masuk.




  2. Diversifikasi Maskapai – Setelah Wings Air, targetkan maskapai lain seperti Citilink, Nam Air, atau bahkan Batik Air untuk membuka rute serupa atau baru.




  3. Advokasi Regulasi – Pemkot perlu terus berdiplomasi dengan Kementerian Perhubungan dan TNI AU untuk kemungkinan perluasan jenis pesawat atau rute di masa depan.




  4. Integrasi dengan Destinasi Wisata – Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk menciptakan paket perjalanan yang menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.





Penerbangan perdana Wings Air rute Bandung–Yogyakarta bukan sekadar seremoni. Ia adalah deklarasi bahwa Bandung tidak akan menyerah pada keterpurukan bandaranya. Dengan 22 penumpang pertama, sebuah perjalanan panjang dimulai.

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X