Kamis, 4 Juni 2026

Farhan Lantik 154 Pejabat, Soroti Warga Miskin yang Kian Terpinggirkan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:03 WIB



Tiga Prioritas: Pemerataan, Inovasi, Integritas





Menghadapi realitas tersebut, Farhan memerintahkan 154 pejabat yang baru dilantik untuk fokus pada tiga agenda besar:





PrioritasImplementasiIndikator Keberhasilan
Pemerataan Layanan PublikMenjangkau wilayah pinggiran dan kelompok rentanTidak ada kelurahan yang tertinggal dalam akses layanan dasar
Optimalisasi InovasiDigitalisasi pelayanan, efisiensi birokrasi, solusi kreatif atas masalah klasikPeningkatan kepuasan masyarakat, pengaduan menurun
Penguatan IntegritasAnti-korupsi, disiplin, pelayanan tanpa calo, transparansi anggaranOpini WTP, tidak ada OTT, kepercayaan publik naik




"Integritas adalah wajah kita di mata masyarakat. Ketika integritas kita buruk, maka wajah kita pun buruk," tegas Farhan, mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal politik yang paling mahal dan paling rapuh.





Profil Pejabat yang Dilantik





Sebanyak 154 pejabat yang dilantik terdiri dari Pejabat Administrator (eselon III), Pejabat Pengawas (eselon IV), dan 1 Pejabat Fungsional dari jalur non-struktural. Beberapa nama strategis yang mengisi posisi kunci:





NamaJabatan BaruInstansiCatatan
Tubagus Agus MulyadiKepala Bagian Administrasi PembangunanSekretariat DaerahMengelola perencanaan dan monitoring pembangunan
Dicky WisnumulyaKepala Bagian PerekonomianSekretariat DaerahStrategi pemulihan ekonomi pascapandemi
Bariati Ratna AjuSekretaris Dinas KetenagakerjaanDinas KetenagakerjaanFokus pada penurunan angka pengangguran
Yana SupriatmaKepala Bagian Kerja SamaSekretariat DaerahKolaborasi dengan swasta, BUMN, dan internasional
Edi SuparyotoSekretaris Dinas PendidikanDinas PendidikanPeningkatan kualitas pendidikan dasar
Dedi Priyadi NugrahaPembina Industri Ahli MadyaDisdaginPenguatan UMKM dan industri kreatif




Catatan penting: Pelantikan Pejabat Fungsional Pembina Industri menandai pergeseran paradigma dari struktural ke fungsional. Ini adalah jalur karier berbasis kompetensi, bukan hierarki jabatan. Dedi Priyadi Nugraha tidak lagi sekadar "pejabat", tetapi "ahli" yang diakui kapasitas teknisnya.





Filosofi Kepemimpinan Farhan: Antara "Bianglala" dan "Akur"





Dalam berbagai kesempatan, Farhan kerap menyelipkan filosofi kepemimpinan yang tidak biasa. Dua di antaranya relevan dengan momen pelantikan ini:





1. Filosofi "Bianglala" – Pemimpin harus mampu melihat dari ketinggian, memahami hubungan antar masalah yang tidak terlihat dari permukaan. Kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dengan bansos, tapi dengan konektivitas antara pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan infrastruktur.





2. Filosofi "Akur" – Bukan sekadar rukun, tetapi keberanian untuk menyelesaikan perbedaan secara dewasa. Farhan mengingatkan bahwa birokrasi sering terjebak pada "etika palsu": saling diam, tidak konfrontatif, tetapi juga tidak produktif. Ia mendorong debat substansi, bukan konflik personal.





Pelantikan Biasa, Pesan Luar Biasa





Jika dilihat dari permukaan, pelantikan 154 pejabat adalah rutinitas tahunan. Namun, konteks dan isi pesan Farhan membuat momen ini berbeda:

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X