- Oranye rompi petugas DLH
- Biru ASN
- Hijau loreng TNI
- Cokelat Polri
- Seragam komunitas peduli lingkungan
Semua bahu-membahu memungut, memilah, dan mengumpulkan sampah ke kantong-kantong yang telah disediakan.
Gerakan Ngariksa Hate juga menjadi momentum edukasi bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang belum terkelola optimal.
Dengan pengelolaan dan pemilahan yang baik, sampah dapat:
- Mengurangi volume ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
- Memberi nilai ekonomi melalui daur ulang
- Mendorong kesadaran ekologis sejak dini
- Mewujudkan Garut yang lebih sehat dan asri
Pendekatan ini menegaskan bahwa kebersihan tidak berhenti pada aksi pungut sampah, tetapi berlanjut pada perubahan perilaku masyarakat.
HJG ke-213 sebagai Titik Balik
Hari Jadi ke-213 menjadi momentum refleksi sekaligus pembaruan komitmen. Bupati Syakur menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas perilaku warganya.
“Garut yang maju bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal karakter dan kepedulian. Kebersihan adalah cermin peradaban,” tegasnya.
Dengan rencana penerbitan SE kebersihan dan evaluasi berkala di setiap institusi, Pemkab Garut memastikan gerakan ini tidak berhenti sebagai seremoni sesaat.