"Kita menyadari masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Garut terus berupaya mengurangi berbagai disparitas, yaitu kondisi belum seimbang atau belum adanya kesetaraan, terutama pada aspek perekonomian, pendidikan, kesehatan, termasuk infrastruktur," ucapnya.
Momentum HJG ke-213, menurut Bupati, menjadi sarana untuk mengaktualisasikan visi "Garut Hebat dan Berkelanjutan" —visi kepemimpinan Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina. Visi ini mencerminkan cita-cita membangun daerah yang berdaya saing, berkeadilan wilayah, namun tetap berpijak kokoh pada nilai-nilai tradisi.
Menghidupkan Kembali Ruh Sejarah dan Budaya
Keistimewaan peringatan tahun ini adalah upaya serius Pemkab Garut dalam menghadirkan kembali ruh budaya Sunda. Berbagai ornamen dan prosesi sejarah ditampilkan, antara lain:
| Prosesi | Makna |
|---|---|
| Mapag Hurip Gumiwang Cigarut | Penelusuran jejak sejarah asal-usul Garut |
| Napak Darma Lingga Buana | Prosesi simbolis di titik nol kilometer Garut, bentuk penghormatan terhadap leluhur |
"Rangkaian ini bukan sekadar seremoni. Ini simbol penguatan identitas, penghormatan terhadap asal-usul, serta pengingat tanggung jawab kita bersama dalam melanjutkan pembangunan Garut ke masa depan," tegas Bupati.
"Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang": Semangat Bersinar dan Gemilang
Tema besar "Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang" dipilih bukan tanpa makna. Frasa ini mengandung pesan kuat tentang semangat kolektif untuk membuat Garut kembali bersinar dan gemilang.
Bupati Abdusy Syakur mengajak seluruh komponen pemerintah dan masyarakat untuk bersatu padu:
"Kami memiliki harapan tinggi kepada jajaran pemerintahan dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Garut untuk secara bersama-sama menjadikan momentum Peringatan Hari Jadi Garut ke-213 ini sebagai sarana mengembangkan kebersamaan dalam rangka membangun daerah yang kita cintai."
Rangkaian Acara Pendukung: Pameran, Pangan Murah, hingga Cek Kesehatan
Usai upacara, Bupati dan rombongan meninjau berbagai stan dan kegiatan yang memeriahkan HJG ke-213: