| Aspek Kebersihan | Makna dan Implementasi |
|---|---|
| Kebersihan Diri | Menjaga kesucian fisik, pakaian, dan tempat ibadah sebagai syarat sah ibadah |
| Kebersihan Hati | Membersihkan jiwa dari sifat iri, dengki, sombong, dan segala penyakit hati |
| Kebersihan Lingkungan | Merawat alam sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kelestarian |
"Aya tilu, kumargi kabersihan eta teh mangrupa hiji faktor anu penting pisan," tegas Bupati dalam bahasa Sunda yang akrab di telinga masyarakat.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kebersihan adalah fondasi utama agar masyarakat dapat beraktivitas di ruang yang bersih, nyaman, dan lestari—baik secara fisik maupun spiritual.
Ramadan: Momentum Membersihkan Diri dan Lingkungan
Bupati mengingatkan bahwa bulan suci Ramadan adalah momen terbaik untuk melakukan tobat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya) sekaligus memulai kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih akan mendukung kekhusyukan ibadah, menciptakan suasana yang sehat, dan menjadi sedekah jariyah bagi yang merawatnya.
"Lamun lingkungan bersih, haté tenang, ibadah lancar, rezeki barokah. Éta kabéh teu bisa leupas tina kabersihan," pesannya.
Jika lingkungan bersih, hati tenang, ibadah lancar, rezeki berkah. Semua itu tidak bisa lepas dari kebersihan.
Apresiasi dari Persis Garut Kota
Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persis Kabupaten Garut, Gun Gun Abdul Basit, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan materi yang disampaikan Bupati.
"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah berkenan hadir serta mengisi materi Kuliah Subuh. Kegiatan ini menjadi momen terindah dan terbaik atas datangnya bulan suci Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan," tuturnya.