"Hujan memang tak bisa dihentikan, tetapi risiko bisa ditekan asal peringatan tidak hanya dibaca, lalu dilupakan saat langit kembali cerah."
LOCUSONLINE, GARUT - Untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga April 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut (BPBD) mengingatkan warga agar tidak lengah
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, menegaskan bahwa status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah masih berlaku sampai 30 April 2026.
“Kita masih dalam siaga darurat dan status ini berakhir sampai 30 April,” ujarnya, Senin (23/2).
Baca Juga : Dari Longsor ke Pabrik Sepatu Limbangan: Negara Baru Sadar Lahan Itu Bukan Karpet Merah Investor
Surat edaran siaga darurat sendiri telah diterbitkan sejak Oktober 2025. Memasuki Februari 2026, intensitas hujan disebut mencapai puncaknya. Kondisi tersebut meningkatkan potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Sejumlah kejadian telah tercatat, salah satunya longsor di Banjarwangi yang sempat menutup badan jalan. Meski demikian, BPBD menyebut insiden tersebut berskala lokal dan telah ditangani.