Langkah evaluasi ini, menurut Syakur, bukan semata untuk menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga untuk memastikan bahwa pengelolaan destinasi wisata dapat memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Menjaga Santolo sebagai Aset Bersama
Pantai Santolo selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Garut, dengan daya tarik panorama laut selatan, aktivitas nelayan tradisional, serta potensi ekonomi bagi warga sekitar. Namun, seperti banyak destinasi wisata lainnya, pengelolaan yang baik menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan dan kenyamanan kawasan tersebut.
Bupati Syakur menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan Santolo tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat, pengelola, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki visi yang sama dengan masyarakat, yakni menjadikan Pantai Santolo sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga lokal.
Dialog sebagai Jembatan Solusi
Dialog terbuka ini menjadi momentum penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran langsung bupati di tengah warga memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah siap mendengar dan bertindak.
Bagi warga Pamalayan, pertemuan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga harapan akan perubahan nyata. Mereka berharap evaluasi yang dijanjikan dapat segera diwujudkan dalam bentuk langkah konkret di lapangan.
Dengan komitmen yang disampaikan secara langsung, pemerintah daerah kini memikul harapan masyarakat untuk menghadirkan tata kelola Pantai Santolo yang lebih baik—lebih tertib, lebih adil, dan lebih berkelanjutan.
Pantai Santolo bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga bagian dari kehidupan warga. Dan melalui dialog ini, langkah menuju pengelolaan yang lebih baik tampaknya telah dimulai. (**)