Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut tengah mendorong program hilirisasi di sektor pertanian. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan membuka lapangan kerja baru.
"Oleh karena itu saya mohon bantuannya, bapak ibu semua untuk bersama-sama memiliki komitmen memajukan Garut yang maju dan hebat. Satu modal utamanya adalah keamanan, ketertiban, dan kedamaian," tegasnya.
Keamanan dan Kedamaian: Modal Utama Pembangunan
Bupati menambahkan bahwa keamanan, ketertiban, dan kedamaian masyarakat adalah modal utama untuk mewujudkan kemajuan daerah. Tanpa ketiganya, program pembangunan sehebat apa pun akan sulit berjalan optimal.
Pernyataan ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana berbagai daerah di dunia dilanda konflik dan ketidakpastian. Garut, dengan segala keragamannya, justru mampu menunjukkan wajah harmonis yang patut dijadikan contoh.
Imlek dan Ramadan: Fenomena Langka yang Memperkuat Toleransi
Inisiator acara, Agustine Merdekawati, menyampaikan bahwa tahun 2026 memberikan nuansa kerukunan yang sangat istimewa. Pasalnya, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
"Sehingga menciptakan harmoni budaya dan agama yang jarang terjadi. Fenomena langka ini menekankan toleransi, di mana dekorasi Imlek bersanding dengan suasana Ramadan, melambangkan keindahan dalam kebhinekaan," jelas Agustine.
Ia menekankan bahwa toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah, melainkan upaya untuk saling memahami agar bisa lebih menghargai. Agustine juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Forkopimda yang telah menjaga kondusivitas Kabupaten Garut.
"Semoga melalui acara pada sore hari ini, kita semakin dieratkan tali silaturahmi di antara umat beragama. Kita jadikan perbedaan ini sebagai pelangi yang mempercantik cakrawala Indonesia," pungkasnya.