Kamis, 4 Juni 2026

Hormuz Dikunci, Trump Turunkan Armada: Pokoknya Minyak Harus Ngalir

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 4 Maret 2026 | 11:29 WIB
Gambar Ilustrasi AI
Gambar Ilustrasi AI


LOCUSONLINE, GARUT - Ketika Selat Hormuz ditutup Iran, respons Washington datang dengan nada tinggi. Presiden Donald Trump menyatakan militer Amerika Serikat siap mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi jalur vital tersebut demi memastikan pasokan energi global tetap mengalir.





Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Selasa (3/3/2026). Ia menegaskan bahwa Angkatan Laut AS dapat segera dikerahkan untuk mengawal tanker jika diperlukan.





Trump juga menyebut Amerika Serikat akan menjamin “aliran bebas energi ke dunia” dan menekankan kekuatan ekonomi serta militer negaranya. Pesan tersebut muncul di tengah lonjakan harga minyak global yang meningkat lebih dari 15 persen sejak operasi militer bersama AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.





Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu kekhawatiran pasar. Jalur yang berada di antara Iran di utara dan Uni Emirat Arab serta Oman di selatan itu merupakan salah satu rute perdagangan minyak terpenting di dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi menghambat sekitar seperlima distribusi minyak global.






Baca Juga : Mediator Kena Getah: Oman Diserang, Teluk Bergolak di Tengah Balas Dendam Iran






Selain opsi pengawalan militer, Trump juga menginstruksikan U.S. International Development Finance Corporation (DFC) untuk menyediakan skema pembiayaan, asuransi risiko politik, dan jaminan keamanan finansial bagi perdagangan maritim, khususnya sektor energi yang melewati kawasan Teluk. Lembaga yang dibentuk pada 2019 itu selama ini bermitra dengan sektor swasta untuk membiayai proyek infrastruktur dan energi di berbagai negara berkembang.





Langkah tersebut diambil saat ketegangan di Timur Tengah meningkat akibat rangkaian serangan balasan antara Iran dan Israel, termasuk terhadap pangkalan militer AS di kawasan. Penutupan Selat Hormuz memperbesar tekanan pada pasar energi yang sudah sensitif terhadap isu geopolitik.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X