- Rp13,03 triliun (65%) : Dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.
- Rp7,01 triliun (35%) : Dialokasikan sebagai saldo laba ditahan . Dana ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha sekaligus memperkuat struktur permodalan bank.
RUPST juga memberikan kewenangan kepada direksi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemotongan pajak dividen sesuai regulasi perpajakan .
Kinerja Operasional dan Ekspansi Aset
Dari sisi kinerja operasional, BBNI mencatat beberapa perkembangan penting sepanjang 2025:
- Pendapatan operasional tercatat sekitar Rp12,99 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 2,76% secara tahunan.
- Beban operasional meningkat lebih cepat, yakni sekitar 10,69% menjadi Rp8,37 triliun, menekan laba bersih periode pelaporan.
Meski laba tertekan, BBNI mencatat ekspansi aset yang signifikan:
| Komponen Neraca | Nilai 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Total Aset | Rp1.362,05 triliun | ▲ 20,52% |
| Total Liabilitas | Rp1.185,72 triliun | ▲ 23,05% |
| Total Ekuitas | Rp176,34 triliun | - |
| Kas & Investasi Jangka Pendek | Rp85,80 triliun | ▲ 35,05% |
Pertumbuhan aset yang solid menunjukkan bahwa BNI tetap agresif dalam ekspansi bisnis meskipun profitabilitas jangka pendek mengalami tekanan.
Rasio Profitabilitas
- Return on Assets (ROA) : 1,48%, mencerminkan kemampuan bank menghasilkan laba dari total aset yang dikelola.
- Price to Book Value (PBV) : 0,93 kali (dengan jumlah saham beredar ~37,26 miliar lembar), menunjukkan valuasi yang relatif menarik.
Arus Kas: Aktivitas Operasi dan Investasi Terkontraksi
Laporan arus kas menunjukkan dinamika yang menarik:
| Aktivitas | Arus Kas | Keterangan |
|---|---|---|
| Operasi | -Rp91,69 triliun | Negatif, mencerminkan ekspansi portofolio kredit yang masif. |
| Investasi | -Rp22,84 triliun | Negatif, investasi pada aset tetap dan instrumen jangka panjang. |
| Pendanaan | +Rp95,50 triliun | Positif, dari penerbitan surat berharga atau penambahan modal. |
| Perubahan Bersih Kas | -Rp19,73 triliun | Kas bersih berkurang selama periode 2025. |
Penurunan kas bersih ini perlu dicermati, namun dalam konteks bank yang sedang ekspansif, hal ini bisa menjadi indikator penyaluran dana untuk pertumbuhan aset produktif.
Kesimpulan: Dividen Turun, Tapi Komitmen pada Pemegang Saham Tetap
Keputusan BBNI untuk membagikan 65% laba sebagai dividen, meskipun nilainya turun secara absolut karena penurunan laba bersih, menunjukkan komitmen manajemen untuk tetap memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham. Penurunan laba terutama disebabkan oleh tekanan biaya dana di tengah suku bunga tinggi, yang merupakan tantangan yang dihadapi seluruh industri perbankan.
Di sisi lain, ekspansi aset yang agresif dan pertumbuhan kas & investasi jangka pendek yang signifikan (▲35,05%) menunjukkan bahwa BNI sedang mempersiapkan diri untuk momentum pertumbuhan di masa depan, terutama ketika siklus suku bunga mulai berbalik.