Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Rudal Terbang, Harga BBM di 10 Negara Ikut Melayang

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Kamis, 12 Maret 2026 | 10:43 WIB
Gambar Ai
Gambar Ai


LOCUSONLINE, GARUT - Ketika rudal mulai beterbangan di Timur Tengah, yang paling cepat merasakan dampaknya bukan hanya militer di garis depan, melainkan juga pengendara yang berdiri pasrah di depan pompa bensin. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini mulai mengguncang ekonomi global, dengan efek yang terasa langsung pada harga bahan bakar di berbagai negara.





Sejak operasi militer terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026, sedikitnya 85 negara melaporkan lonjakan harga bensin. Kenaikan tersebut membuat biaya berkendara melonjak dan memperpanjang daftar kekhawatiran ekonomi yang muncul dari konflik geopolitik.





Di Amerika Serikat sendiri, harga bensin rata-rata yang sebelumnya berada di kisaran 2,94 dolar AS per galon pada Februari kini naik menjadi sekitar 3,58 dolar AS per galon. Artinya, hanya dalam waktu singkat harga bahan bakar melonjak sekitar 20 persen. Data ini dihimpun oleh lembaga pemantau harga energi milik American Automobile Association melalui sistem pemantauan AAA Fuel Prices.





Walau harga bahan bakar di AS ditentukan oleh masing-masing negara bagian, beberapa wilayah kini mencatat harga lebih dari 4 dolar AS per galon. Bahkan di California, harga bensin telah menembus 5 dolar AS per galon angka yang terakhir kali terlihat lebih dari dua tahun lalu.





Data yang dihimpun oleh platform pemantau energi Global Petrol Prices menunjukkan lonjakan harga bensin terjadi di puluhan negara hanya dalam hitungan hari setelah konflik pecah. Beberapa negara bahkan mencatat kenaikan yang cukup tajam dalam waktu kurang dari dua minggu.





Berikut sejumlah negara dengan lonjakan harga bensin paling tinggi sejak konflik dimulai:






  • Vietnam: naik dari 0,75 dolar menjadi 1,13 dolar per liter (49,73%)




  • Laos: 1,34 → 1,78 dolar per liter (32,94%)




  • Kamboja: 1,11 → 1,32 dolar per liter (19,03%)




  • Australia: 1,11 → 1,31 dolar per liter (18,23%)




  • Amerika Serikat: 0,87 → 1,01 dolar per liter (16,55%)




  • Jerman: 2,08 → 2,36 dolar per liter (13,3%)




  • Seychelles: 1,34 → 1,52 dolar per liter (13,04%)




  • Guatemala: 1,04 → 1,17 dolar per liter (12,9%)




  • Lebanon: 0,91 → 1,02 dolar per liter (12,25%)




  • Nigeria: 0,59 → 0,66 dolar per liter (11,78%)





Vietnam tercatat sebagai negara dengan lonjakan paling tajam, hampir 50 persen hanya dalam waktu sekitar dua minggu. Namun analis energi memperkirakan angka ini belum final, karena sebagian negara baru menyesuaikan harga bahan bakar pada akhir bulan.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X