"KBRI Ottawa selalu mendorong kolaborasi strategis antarpemangku kepentingan di Indonesia dan Kanada. Hal ini untuk meningkatkan ekspor produk nusantara, termasuk makanan olahan ke pasar Kanada," kata Muhsin dalam siaran pers tertulis, Kamis, 12 Maret 2026 .
Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha merupakan mandat pemerintah untuk memperkuat ekspor nasional.
"LPEI terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor. Hal itu agar pelaku usaha Indonesia termasuk UKM dapat meningkatkan kapasitas usaha," ujar Sulaeman .
Tren Positif Ekspor Pangan Olahan ke Kanada
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kemendag, Miftah Farid, mengungkapkan bahwa pasar Kanada sangat potensial. Karakter masyarakatnya yang multikultural membuka peluang lebar bagi produk makanan dan minuman Indonesia.
Data menunjukkan tren yang sangat positif:
- 2023: Ekspor makanan dan minuman olahan RI ke Kanada sekitar US$56,4 juta .
- 2025: Nilai ekspor melonjak menjadi US$116,7 juta .
- Pertumbuhan: Mencapai 106,8% dalam dua tahun terakhir!
"Pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 106,8 persen dalam dua tahun terakhir. Hal itu menunjukkan tren positif bagi pengembangan ekspor pangan olahan Indonesia," ucap Miftah .
Tantangan dan Langkah ke Depan
Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, menambahkan bahwa permintaan pasar Kanada masih terbuka sangat luas. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi sejumlah persyaratan pasar, terutama terkait standar dan logistik.
"Permintaan pasar Kanada terhadap produk Indonesia memiliki potensi sangat baik untuk dikembangkan. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi standar dan memperkuat aspek logistik," ujar Mahdewi .