Menurut analis energi dari Kpler, Muyu Xu, jika terminal minyak Kharg benar-benar rusak, Iran mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun untuk memulihkannya.
Salah satu negara yang kemungkinan merasakan dampak paling besar adalah China, yang selama ini menjadi pembeli utama minyak Iran.
Bayang-Bayang Operasi Militer Lebih Besar
Sementara itu, Washington dilaporkan sedang mengirim unit marinir respons cepat ke kawasan Timur Tengah.
Pasukan tersebut terdiri dari sekitar 2.500 marinir dan pelaut yang tergabung dalam satuan ekspedisi laut.
Menurut analis militer, unit semacam ini biasanya digunakan untuk operasi amfibi, evakuasi besar-besaran, atau serangan mendadak dari laut ke darat.
Namun hingga kini belum jelas apakah pasukan tersebut akan digunakan untuk operasi yang lebih jauh, termasuk kemungkinan menguasai Pulau Kharg.
Yang pasti, pulau kecil yang sebelumnya hanya dikenal di industri minyak kini berubah menjadi salah satu titik paling sensitif dalam peta konflik global.*****