[Locusonline.co] GARUT – Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut dalam rangka meninjau kesiapan jalur mudik sekaligus menyerahkan Kompensasi Bantuan Gubernur kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor. Kegiatan ini dipusatkan di Mapolres Garut, Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Sabtu (14/3/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional dan provinsi yang kerap mengalami penyumbatan akibat aktivitas kendaraan tradisional saat puncak arus mudik Lebaran 1447 H.
Gubernur Jabar: Delman dan Becak Diliburkan, Diganti Kompensasi Rp200.000 per Hari
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa selama masa puncak mudik, operasional delman dan becak di jalur utama akan diliburkan sementara. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari bagi setiap pengemudi.
Tercatat sebanyak 483 kendaraan tradisional yang terdiri dari 477 delman dan 6 becak yang biasa beroperasi di ruas jalan nasional dan provinsi wilayah Garut mendapatkan bantuan ini.
"Kegiatan ini bertujuan mempermudah dan memperlancar tugas Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri, sehingga jalur yang berpotensi menimbulkan kemacetan bisa dilintasi dengan lancar. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang berputar di masyarakat, sekaligus memberikan dampak kebahagiaan bagi mereka," tutur Dedi Mulyadi.
| Jenis Kendaraan | Jumlah | Kompensasi per Hari |
|---|---|---|
| Delman | 477 unit | Rp200.000 |
| Becak | 6 unit | Rp200.000 |
| Total | 483 unit | Rp96,6 juta/hari |
Menteri Perhubungan Apresiasi Inovasi Gubernur Jabar
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gubernur Jawa Barat tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperlancar mobilitas pemudik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku transportasi tradisional yang terdampak kebijakan lalu lintas selama mudik.
Langkah ini dinilai sebagai solusi inovatif yang dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.