Presiden juga mengingatkan pengalaman sukses Indonesia saat pandemi COVID-19. Saat itu, pola WFH terbukti mampu mengurangi mobilitas, mengurai kemacetan, dan yang terpenting, menghemat konsumsi energi dalam jumlah yang sangat besar.
"Dulu kita atasi COVID, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," ujarnya .
Arahan: Siapkan Skenario, Jangan Panik
Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah untuk menyiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi jika situasi global benar-benar memburuk. Ia menginstruksikan agar opsi-opsi efisiensi, termasuk WFH dan pengurangan hari kerja, dibahas secara matang oleh para menteri dan kepala lembaga.
"Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti. Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah, tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk," pesan Presiden mengakhiri arahannya. (**)
Rangkuman Arahan Presiden
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Latar Belakang | Potensi krisis energi global akibat konflik Eropa & Timur Tengah. |
| Tujuan Utama | Efisiensi konsumsi BBM sebagai langkah antisipatif. |
| Opsi yang Dikaji | Penerapan WFH, pengurangan hari kerja (terinspirasi dari Pakistan). |
| Pelajaran dari Pandemi | WFH terbukti hemat BBM, kurangi mobilitas dan kemacetan. |
| Prinsip | Tidak panik, tetapi juga tidak lengah. Siapkan skenario untuk kemungkinan terburuk. |