Ia juga menambahkan bahwa belanja yang masih bisa ditunda akan diperketat, menandakan era “rapat demi rapat” mulai dipertanyakan relevansinya di tengah tuntutan efisiensi.
Bukan Karena Perang Saja
Menariknya, pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bukan semata respons terhadap konflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah. Evaluasi anggaran disebut sudah dilakukan jauh sebelum situasi geopolitik memanas.
“Ini memang proses yang sudah berjalan. Kita sisir ulang mana yang tidak produktif,” ujarnya.
Pernyataan ini seolah ingin menegaskan bahwa efisiensi bukan reaksi panik, melainkan bagian dari perencanaan, meski waktunya kebetulan beririsan dengan situasi global yang tidak menentu.
Antara Efisiensi dan Prioritas
Kebijakan ini memperlihatkan arah prioritas pemerintah: menjaga program yang menyentuh langsung masyarakat tetap berjalan, sambil memangkas hal-hal yang selama ini mungkin dianggap “wajib” namun tidak selalu berdampak nyata.
Di tengah upaya menyeimbangkan anggaran, pemerintah tampaknya ingin menyampaikan pesan sederhana: yang dikurangi adalah perjalanan dan seremoni, bukan kebutuhan dasar rakyat.
Setidaknya untuk saat ini, nasi tetap di piring yang dikurangi hanya agenda di kalender.*****