| Hari | Jumlah Kendaraan | Keterangan |
|---|---|---|
| H-7 | 39.011 | Awal peningkatan |
| H-6 | 61.425 | Meningkat |
| H-5 | 63.181 | Meningkat |
| H-4 | 98.925 | Meningkat signifikan |
| H-3 | 137.032 | Mendekati puncak |
| H-2 | 150.716 | PUNCAK ARUS MUDIK |
| H-1 (hingga 08.00) | 24.285 | Mulai menurun |
Total kendaraan yang tercatat selama tujuh hari pengamatan hingga H-1 pagi mencapai 574.575 kendaraan menuju Garut dan Tasikmalaya melintasi Jalur Nagreg .
Kondisi Lalu Lintas H-1: Mulai Lengang
Meskipun puncak telah terlewati, Dishub Kabupaten Bandung bersama petugas gabungan tetap bersiaga penuh mengamankan arus mudik. Pasukan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan untuk mengantisipasi lonjakan mendadak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di jalur selatan sekitar Cileunyi menuju Nagreg pada pukul 11.00 WIB terpantau lengang. Hanya beberapa kendaraan berciri khas mudik (membawa muatan di kendaraan pribadi) yang terlihat melintas. (**)
Rangkuman Puncak Mudik Jalur Nagreg 2026
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Puncak Arus Mudik | H-2 Lebaran (Jumat, 20 Maret 2026) |
| Jumlah Kendaraan Puncak | 150.716 unit |
| Peningkatan dari H-3 | +5% |
| Perbandingan 2025 | Melebihi puncak 2025 (142.620 unit) |
| Total Kendaraan H-7 s.d. H-1 | 574.575 unit |
| Kondisi H-1 | Mulai lengang, menurun drastis |