Pada Oktober 1945, pejuang Bandung, Moeljono dan E Karmas, melakukan aksi heroik merobek bendera Belanda di gedung ini—peristiwa yang juga dilakukan Bung Tomo di Surabaya.
3. Eks Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij (Niescomptomy)
Lokasi: Seberang Masjid Raya Bandung sebelah utara.
Gedung bergaya arsitektur kolonial ini dibangun pada 1922 dan sempat menjadi kantor Asuransi Jiwasraya. Pada 13 Oktober 1945, gedung ini menjadi tempat rapat para pemimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
4. Gudang di Jalan Ciguriang
Lokasi: Persimpangan Jalan Simpang–Jalan Ciguriang (di dalam area pertokoan).
Stilasi ini berada di balik pagar jeruji besi, di sebuah rumah yang kini tampak kosong dan beralih fungsi menjadi gudang. Meski tersembunyi, stilasi ini tetap utuh menyimpan lirik lagu Halo-Halo Bandung di salah satu sisinya.
5. Depan SD Dewi Sartika
Lokasi: Taman kecil di depan SD Dewi Sartika.
Di bawah pohon angsana, stilasi ini berdiri di salah satu jalur pengungsian menuju Bandung Selatan. Jalan Kautamaan Istri menjadi rute penting yang dilalui warga saat meninggalkan kota.
6. Tepi Jalan Dewi Sartika
Lokasi: Trotoar Jalan Dewi Sartika, tak jauh dari Yogya Jalan Kepatihan.