Kamis, 4 Juni 2026

Kematian Harimau di Bandung Zoo, Wali Kota Pastikan Bukan Kelalaian

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 26 Maret 2026 | 07:07 WIB



"Diare sudah tidak ada, muntah juga berhenti, dan kondisinya lebih aktif dibandingkan hari sebelumnya. Makan juga sudah mulai masuk, " jelasnya.





Penanganan medis intensif meliputi:






  • Pemberian antibiotik




  • Antiemetik (anti-muntah)




  • Cairan rehidrasi untuk mencegah dehidrasi




  • Suplemen imun




  • Antivirus





Anak harimau tersebut telah melewati fase kritis 72 jam, yang menjadi indikator penting dalam proses pemulihan.





"Biasanya kalau sudah lewat fase kritis ini, peluang untuk terus membaik semakin besar. Tapi tetap harus dipantau secara intensif," katanya.





Pelajaran Penting untuk Pengelolaan Satwa





Farhan memastikan tidak ada unsur penelantaran dalam kasus ini. Seluruh tenaga medis disebut siaga penuh sejak awal penanganan. Ke depan, ia mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan satwa, khususnya terkait pengawasan penyakit menular pada hewan.





"Ini jadi pelajaran penting. Virus ini memang salah satu yang paling perlu diwaspadai di kebun binatang yang memiliki koleksi kucing besar, " ujarnya.





Kematian Hara adalah kehilangan yang menyedihkan. Namun, kabar membaiknya Huru menjadi secercah harapan. Pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kota, berkomitmen memastikan kejadian serupa tidak terulang dan kesejahteraan seluruh satwa di kebun binatang tetap terjaga.





"Saya sangat prihatin dan sedih, tapi ini menjadi perhatian serius agar ke depan bisa kita antisipasi dengan lebih baik," pungkas Farhan. (**)

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X