"Siapapun yang terbukti membuang sampah di TPS ilegal akan kami proses secara hukum," ujarnya.
Apresiasi untuk Warga yang Melapor
Farhan mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan keberadaan TPS ilegal melalui media sosial. Menurutnya, partisipasi warga sangat membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan di lapangan.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk berperan aktif mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga masing-masing sebagai kunci utama mengatasi persoalan ini.
"Semua kembali kepada kita. Apakah kita mampu mengurangi sampah dari rumah sendiri atau tidak. Itu yang sangat menentukan, " tuturnya.
Strategi Jangka Pendek dan Menengah
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung tengah menambah kapasitas pengolahan sampah melalui:
- Peningkatan fasilitas Gaslah (petugas pemilah sampah)
- Pengembangan insinerator
- Pengolahan sampah organik di Ciwastra dan Gedebage
- Peluncuran program RDF dan penambahan kapasitas insinerator pada triwulan kedua tahun ini
Lonjakan sampah Lebaran memang menjadi fenomena tahunan yang sulit dihindari. Namun, dengan produksi 1.800 ton per hari, Kota Bandung berada dalam kondisi darurat sampah yang membutuhkan peran aktif semua pihak. Pemerintah telah bergerak, tetapi kunci utama tetaplah kesadaran warga untuk mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari rumah. Jika tidak, tumpukan sampah akan terus menjadi pemandangan yang tak terelakkan. (**)