Kamis, 4 Juni 2026

Bukan Sekadar Kebun Binatang: Derenten, Warisan Budaya yang Harus Terus Hidup

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 27 Maret 2026 | 15:15 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Lebaran di Bandung tak lengkap rasanya tanpa mengunjungi "Derenten". Bagi masyarakat Jawa Barat, Kebun Binatang Bandung bukan sekadar tempat wisata. Ia telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun, melekat dalam ingatan kolektif, dan tak terpisahkan dari momen kebersamaan keluarga saat hari raya.





"Derenten" sendiri adalah sebutan historis yang berasal dari dialek Sunda dari kata Belanda "Direntuin". Nama ini telah hidup di lidah masyarakat selama bergenerasi, menjadi penanda bahwa kebun binatang ini lebih dari sekadar koleksi satwa.





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberadaan kebun binatang ini harus dipertahankan—bukan hanya sebagai lembaga konservasi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang tak ternilai.





"Dari dulu ada ungkapan, tidak terasa Lebaran kalau tidak ke Derenten. Ini menunjukkan bahwa kebun binatang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat," kata Farhan di Kebun Binatang Bandung, Kamis (26/3/2026).





Tiga Alasan Derenten Harus Tetap Jaga





Farhan mengungkapkan tiga alasan utama mengapa Kebun Binatang Bandung harus terus dijaga:





1. Nilai Historis dan Budaya yang Mengakar
Derenten telah menjadi saksi bisu perjalanan Kota Bandung. Ia bukan hanya tempat rekreasi, tetapi ruang di mana kenangan keluarga dibangun, di mana anak-anak kecil untuk pertama kalinya melihat gajah, harimau, dan beruang.





2. Penghargaan terhadap Warisan Pengelolaan
Keluarga Bratakusumah adalah nama yang tak terpisahkan dari sejarah Derenten. Dedikasi mereka dalam membangun dan merawat kebun binatang selama puluhan tahun adalah warisan yang harus dihormati.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X