| Periode | Masa Jabatan | Presiden |
|---|---|---|
| Pertama | 1999 – 2000 | Abdurrahman Wahid (Gus Dur) |
| Kedua | 2004 – 2009 | Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) |
Kiprahnya di Kementerian Pertahanan meninggalkan warisan penting dalam modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) serta reformasi birokrasi di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Profesor dan Doktor: Cendekiawan Sejati
Di luar dunia birokrasi, Juwono Sudarsono dikenal sebagai akademisi dan intelektual yang disegani. Gelar profesor dan doktornya diraih dari Universitas Indonesia (UI), di mana ia lama menjadi pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.
Sebagai seorang cendekiawan, ia kerap menulis dan memberikan pandangan kritis tentang politik, pertahanan, dan hubungan internasional. Pemikirannya yang tajam dan gaya komunikasinya yang santun menjadikannya sosok yang dihormati lintas generasi.
Pemakaman di Taman Makam Pahlawan
Pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum dengan rencana pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, dengan rangkaian upacara militer sebagai penghormatan terakhir atas jasa-jasa almarhum kepada bangsa dan negara.
Reaksi dan Ucapan Duka
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kolega, serta seluruh insan Kementerian Pertahanan dan TNI.
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun media sosialnya menyampaikan belasungkawa. "Pak Juwono adalah menteri yang cerdas, berdedikasi, dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa. Saya kehilangan sahabat dan rekan kerja yang luar biasa," tulis SBY.
Menteri Pertahanan saat ini, Sjafrie Sjamsoeddin, juga menyampaikan penghormatan mendalam. "Beliau adalah teladan bagi kami semua. Dedikasi dan pemikirannya akan terus dikenang dalam sejarah pertahanan Indonesia," ujar Sjafrie.