Kamis, 4 Juni 2026

MBG Disebut ‘Game Changer’, Peternak Diminta Siap Jadi Startup

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 30 Maret 2026 | 14:09 WIB
Foto Ilustrasi AI
Foto Ilustrasi AI



Tak berhenti di situ, target ambisius pun dipasang: kemandirian produksi susu ditingkatkan dari 21 persen menjadi 96 persen, dan daging sapi mencapai 70 persen.





Untuk mengejar target tersebut, pemerintah membuka pintu masuk bagi 1 juta sapi perah. Sebuah langkah yang terdengar progresif meski di lapangan, tantangannya tak kalah “liar” dari targetnya.





Di balik optimisme itu, Rachmat mengakui ada sejumlah persoalan klasik yang belum terselesaikan. Lebih dari 90 persen peternakan masih dikelola oleh peternak kecil dengan produktivitas terbatas.





Masalah lain pun tak kalah pelik: sistem pembibitan yang belum optimal, ketergantungan impor, mahalnya pakan, hingga ancaman penyakit hewan.





Singkatnya, sebelum sapi menjadi “game changer”, peternaknya masih harus berjuang di level “survival mode”.





Sebagai solusi, pemerintah mendorong kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengembangan “Sapi Merah Putih” berbasis teknologi genomik upaya menghadirkan ternak yang lebih produktif dan tahan penyakit.





Di atas kertas, ini terdengar seperti lompatan menuju peternakan modern. Namun di kandang-kandang kecil, pertanyaan sederhana masih menggantung: apakah teknologi ini bisa menjangkau peternak kecil, atau hanya berhenti di seminar dan proposal?





Program MBG kini diposisikan sebagai simpul antara kebijakan sosial dan strategi ekonomi. Rakyat mendapat makan, peternak mendapat pasar, dan negara berharap mendapat pertumbuhan.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X