Jika dibiarkan, bukan tak mungkin yang rusak bukan hanya hubungan personal, tetapi juga persepsi publik terhadap stabilitas pemerintahan daerah.
Halalbihalal sejatinya adalah ruang untuk meredakan ego. Namun di Lebak, ia berubah menjadi panggung di mana masa lalu diungkit, jabatan dipertanyakan, dan politik keluarga kembali dipertontonkan.
Di negeri yang gemar memaafkan, rupanya tidak semua yang diucapkan setelah Lebaran otomatis menjadi halal.*****