Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Bandung Barat Telusuri Ulang Izin Perumahan di Kawasan Rawan Bencana!

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 2 April 2026 | 13:13 WIB



Wilayah PrioritasAlasan
Lereng Gunung BurangrangKawasan rawan longsor
CisaruaLokasi longsor mematikan Januari 2026
Cimahi UtaraSumber limpasan air yang memicu banjir




Kasus Serupa di Kabupaten Bogor





Masalah serupa juga terjadi di wilayah lain. Di Kabupaten Bogor, longsor dan banjir di kawasan Puncak dan wilayah barat dipicu oleh alih fungsi lahan di kawasan konservasi.





Pada Juli 2025, sebanyak 109 rumah terdampak banjir di Desa Bantar Sari, Rancabungur akibat tembok penahan tanah perumahan yang longsor dan menutup saluran air.





Ultimatum Kementerian Lingkungan Hidup





Kementerian Lingkungan Hidup bahkan telah mengeluarkan ultimatum kepada delapan perusahaan perumahan di kawasan hulu Ciliwung-Bekasi untuk membongkar bangunan yang dinilai merusak lingkungan.





Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi mentolerir pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.





Dampak Kebijakan Moratorium





AspekDampak
PengembangPenundaan proyek perumahan baru di kawasan rawan
MasyarakatPerlindungan dari risiko bencana jangka panjang
LingkunganPengendalian alih fungsi lahan di kawasan konservasi
Pemerintah DaerahEvaluasi ulang kebijakan tata ruang




Penelusuran ulang izin perumahan di Kabupaten Bandung Barat menjadi langkah penting dalam memperbaiki tata kelola pembangunan yang selama ini sering mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan. Dengan moratorium ini, diharapkan tidak ada lagi korban jiwa akibat pembangunan di kawasan rawan bencana.





Pemerintah daerah berkomitmen untuk menegakkan aturan tata ruang dan memastikan setiap izin yang diterbitkan ke depan memperhatikan daya dukung lingkungan serta keselamatan warga.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X