Kondisi Memprihatinkan: 12 Jiwa dalam Satu Atap
Sebelumnya, rumah tersebut dihuni oleh 12 anggota keluarga. Rumah hanya terdiri dari tiga ruangan tidur dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Hanya satu ruangan yang memiliki tempat tidur dengan kondisi lusuh. Dua ruangan lainnya hanya beralaskan tikar.
Barang-barang rumah tangga dan dagangan pun berserakan karena hanya tersedia satu lemari untuk menyimpan barang, sehingga suasana terasa kumuh.
Bambu-bambu penyangga rumah sudah compang-camping di berbagai sisi. Beberapa bambu bahkan sudah tercerabut, membuat struktur rumah begitu rapuh.
Setiap malam saat hujan deras turun, penghuni rumah harus bergantian tidur karena khawatir rumah akan roboh sewaktu-waktu.
Dengan masuknya rumah ini dalam program perbaikan rutilahu tahun 2026, ada secercah harapan bagi 12 anggota keluarga tersebut. Mereka tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun. Pemkab Bandung berkomitmen untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, dan keluarga di Cileunyi ini menjadi prioritas. Semoga perbaikan segera terlaksana, sehingga mereka dapat tinggal dengan tenang dan layak. (**)