Kamis, 4 Juni 2026

Pengantin Menangis, Ayah Tewas Dikeroyok Preman di Hari Pernikahan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 6 April 2026 | 07:50 WIB



Dikeroyok di Depan Tenda





Keributan yang dimulai dari dalam tenda cepat merambat ke luar area. Di sanalah Dadang dikepung dan dianiaya secara brutal oleh gerombolan preman.





"Begitu tidak dikasih uang, mereka langsung mengamuk. Kakak saya dikeroyok tiga orang, sementara saya sendiri dipukuli oleh sekitar delapan orang," jelas Wahyudin yang juga ikut menjadi korban pemukulan saat berusaha menolong kakaknya.





Puncak kekejaman terjadi ketika para pelaku menghantamkan sebuah benda tumpul ke bagian kepala Dadang. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian menemukan barang bukti yang mengerikan.





"Kami menemukan barang bukti belahan bambu yang diduga dipakai memukul kepala korban hingga ia kehilangan kesadaran. Terkait penyebab pasti kematiannya, kami masih menunggu proses autopsi," ujar Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi.





Istrinya Pingsan, Sang Pengantin Terpaku





Kekacauan yang terjadi di depan mata membuat situasi di dalam pesta berubah menjadi huru-hara. Para tamu yang kaget berlarian menyelamatkan diri.





"Ada dua orang perempuan yang pingsan, yaitu istri korban dan putrinya yang merupakan pengantin wanita," ungkap Enjang.





Sang pengantin yang seharusnya menjadi pusat kebahagiaan justru harus mengalami mimpi terburuk dalam hidupnya. Di Mapolres Purwakarta, ia masih terduduk lemas dengan balutan kebaya pengantin yang belum sempat diganti, menanti keadilan untuk sang ayah yang tewas demi menjaga kehormatan keluarga.





Polisi Buru Pelaku, Motif Masih Diselidiki





Pihak kepolisian dari Polres Purwakarta terus bergerak cepat. Mereka mengonfirmasi bahwa kejadian ini diduga sengaja dipicu oleh sekelompok orang yang hendak melakukan pemerasan di lokasi hajatan.

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X