Kamis, 4 Juni 2026

Ribuan Kepala Desa Jabar "Kepung" Karawang! Tuntut Keadilan atas Insiden Berdarah Wanasari

Photo Author
Administrator, Locusonline.co
- Senin, 6 April 2026 | 15:59 WIB



Kronologi SingkatKeterangan
LokasiDesa Wanasari, Kabupaten Karawang
PelakuOknum pengamanan PT Pertiwi Lestari
KorbanPerangkat Desa Wanasari yang sedang bertugas
PemicuDugaan penghinaan dan penganiayaan saat perangkat desa membela aset desa




Dukungan dari Garut: Solidaritas Tanpa Sekat





Aksi ini tidak hanya milik Karawang. Dukungan dari daerah lain mengalir masif, termasuk dari Kabupaten Garut. Ketua DPC APDESI Merah Putih Garut, H. Oban, terpantau hadir langsung memberikan dukungan moril di lapangan.





Pesan kuat juga datang dari Asep Haris, Kepala Desa Sukalillah, Sukaresmi, Garut. Meski berhalangan hadir secara fisik karena merawat orang tua yang sakit, pernyataan resminya melalui sambungan seluler menambah amunisi semangat massa.





"Peristiwa Wanasari adalah potret buram perlindungan terhadap aparatur desa. Kami adalah garda terdepan negara di tingkat paling bawah. Jika kami tidak dilindungi secara hukum saat menjalankan tugas, maka wibawa negara sedang dipertaruhkan," tegas Asep Haris dengan nada lugas.





Tuntutan APDESI: Perlindungan Hukum dan Pengakuan sebagai Mitra Strategis





Aksi unjuk rasa ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan para investor. APDESI menuntut:





TuntutanKeterangan
Perlindungan hukum bagi perangkat desaJaminan keamanan saat menjalankan tugas
Pengakuan sebagai mitra strategisBukan objek pelengkap administrasi
Tindakan tegas terhadap pelakuProses hukum yang adil dan transparan
Penghormatan terhadap kedaulatan desaDesa adalah pemilik sah wilayahnya




Pesan Ultimatum: Satu Tersakiti, Semua Berdiri





Pesan yang ditinggalkan di Karawang hari ini sangat terang: Satu Tersakiti, Semua Berdiri. Solidaritas perangkat desa telah bermetamorfosis menjadi kekuatan politik dan sosial yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.





Jika perlindungan hukum tak segera diberikan, gelombang yang lebih besar dipastikan akan kembali mengguncang. Desa telah bangun dari tidurnya, dan mereka tidak akan pulang sebelum martabat mereka kembali utuh.





SloganMakna
"Satu Tersakiti, Semua Berdiri"Solidaritas tanpa batas antar perangkat desa
"Desa Bukan Penonton"Desa adalah subjek, bukan objek pembangunan
"Lindungi Aparatur Desa"Jaminan keamanan dalam menjalankan tugas




Respons Pemerintah dan Langkah Selanjutnya





Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Pertiwi Lestari belum memberikan respons resmi terkait aksi unjuk rasa ini. Sementara itu, massa yang tergabung dalam APDESI Merah Putih Jabar menyatakan akan terus menggelar aksi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu dekat.





"Kami akan terus bergerak. Ini bukan soal kepentingan pribadi, ini soal masa depan desa dan martabat aparatur desa di seluruh Indonesia," tutup H. Sukarya.

Halaman:

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X