Di satu sisi, kebijakan ini diklaim sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi. Namun di sisi lain, publik mulai bertanya, apakah ini inovasi pembiayaan, atau sekadar cara halus memindahkan beban kredit ke pundak APBN?
Sejauh ini, pemerintah belum memberikan penjelasan rinci mengenai mitigasi risiko jika koperasi yang dibangun tidak berjalan optimal. Sebab dalam dunia nyata, tidak semua proyek berjalan sesuai rencana—meski dalam dokumen, semuanya tampak sempurna.*****