Empat Kelompok Prioritas dalam RPJMD
Menanggapi temuan tersebut, Pemkot Bandung telah menetapkan empat kelompok prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mendatang, yaitu:
- Perempuan
- Anak-anak
- Lansia
- Penyandang disabilitas
Farhan meyakini bahwa pendekatan pembangunan tidak boleh hanya bersifat teknokratis dan berorientasi pada angka. Diperlukan empati sebagai landasan utama. Dan di sinilah peran Tim Penggerak PKK menjadi sangat krusial.
"Program pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada angka dan bantuan semata, tetapi harus benar-benar bermakna bagi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, bantuan sosial seperti beras dan uang tunai harus dimaknai lebih dari sekadar nominal. Bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
PKK: Dari Pilihan Menjadi Kebutuhan
Farhan mengakui bahwa secara kebijakan, keberadaan PKK bersifat pilihan (tidak wajib). Namun dalam praktiknya, ia menilai PKK telah menjadi kebutuhan yang tidak tergantikan dalam mendukung keberhasilan program pemerintah di tingkat akar rumput.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung terus berupaya memperjuangkan dukungan operasional bagi para kader PKK. Meskipun secara filosofis mereka adalah relawan, Farhan menilai dukungan tetap diperlukan agar peran mereka dapat berjalan optimal.
Edukasi Sampah: Kolaborasi dengan PKK Jadi Kunci
Selain sanitasi, Farhan juga menyoroti masalah klasik Kota Bandung: pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik infrastruktur tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Jalan dan trotoar bisa dibangun dengan baik, tetapi jika lingkungan masih kotor, maka tetap akan terlihat kumuh," katanya.