“Jadi tolong fisiknya dijaga dari sekarang, disiapkan, meskipun salah satu yang sangat penting adalah mental. Kesiapan semangat untuk bisa melaksanakan ibadah yang kelima itu dengan paripurna dan baik,” tambahnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa persiapan haji tidak hanya bersifat ritual dan administratif, tetapi juga kebugaran jasmani yang sering kali diabaikan.
171 Jemaah, Kloter 22, Keberangkatan 7 Mei 2026
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, melaporkan bahwa bimbingan manasik ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan pada Februari lalu.
“Bimbingan manasik ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian, pengetahuan, serta pemahaman jemaah haji. Sehingga seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Indra.
Untuk tahun ini, Kabupaten Garut akan memberangkatkan 171 jemaah. Berdasarkan jadwal, jemaah asal Garut tergabung dalam gelombang kedua kloter 22 dan direncanakan berangkat pada 7 Mei 2026.
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Jemaah | 171 orang |
| Gelombang | Kedua |
| Kloter | 22 |
| Tanggal Keberangkatan | 7 Mei 2026 |
| Embarkasi | Indramayu |
| Bandara Keberangkatan | Bandara Internasional Kertajati |
Perubahan Teknis: Embarkasi Indramayu, Bukan Bekasi
Indra juga menginformasikan adanya perubahan teknis terkait lokasi embarkasi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang melalui Bekasi, tahun ini jemaah akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Indramayu dan terbang melalui Bandara Internasional Kertajati.
“Nanti ada perbedaan. Kalau tahun kemarin di Bekasi, tahun sekarang di Indramayu. Tapi insya Allah, baik di Indramayu atau di Bekasi, semuanya akan lancar dan seperti biasa,” tandasnya.
Perubahan ini diharapkan tidak mengurangi kenyamanan jemaah. Pemerintah daerah bersama Kementerian Haji dan Umroh terus berkoordinasi agar seluruh proses berjalan lancar.