[Locusonline.co] Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjajaki kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pengembangan program Sekolah Rakyat. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak yang saat ini belum bersekolah.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Agus Setiabudi, mengatakan pertemuan ini menjadi momentum bagi UPI untuk berkontribusi dalam menjawab persoalan nyata di bidang pendidikan, terutama terkait tingginya angka anak yang belum bersekolah.
"Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita memang sedang mencari berbagai permasalahan nyata yang ada di dunia pendidikan," kata Agus di Bandung, Selasa (14/4/2026).
Fokus Kontribusi UPI: Kurikulum, Guru, hingga Konsep Penyelenggaraan
Agus menjelaskan bahwa kontribusi UPI akan difokuskan pada tiga aspek utama dalam pengembangan Sekolah Rakyat:
| Aspek Kontribusi UPI | Keterangan |
|---|---|
| Pengembangan kurikulum | Merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak tidak bersekolah |
| Peningkatan kapasitas guru | Melatih tenaga pendidik agar kompeten mengajar di Sekolah Rakyat |
| Konsep penyelenggaraan | Menyusun model operasional sekolah yang efektif dan berkelanjutan |
Menurut Agus, UPI tidak menetapkan target jumlah peserta didik, tetapi akan mendukung target yang ditetapkan Kemensos melalui penguatan aspek akademik dan sistem pendidikan.
Dukungan Konkret: Praktik Kerja Lapangan hingga Rekrutmen Guru
Sebagai langkah awal, UPI akan mengirimkan mahasiswa untuk praktik kerja lapangan sebagai bentuk dukungan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat. Langkah ini juga sekaligus menjadi ajang penilaian potensi rekrutmen tenaga pendidik di masa depan.
"Selanjutnya, mereka akan melihat kapasitas mahasiswa kita. Jika memiliki prospek, ke depan bisa direkrut menjadi staf. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembinaan bagi para guru serta penataan kurikulum sekolah," katanya.